Cover depan Maukah Engkau Menyembuhkanku Tuhan?
Draft Publik Nonfiksi - Motivasi
Draft Publik. Halaman ini tersedia untuk keperluan verifikasi/administrasi. File PDF belum tersedia untuk publik.

Maukah Engkau Menyembuhkanku Tuhan?

Penulis: Dr. Tomi Yulianto, M.Pd., M.Kom, Warti, M.Th., M.Pd

Penerbit: PT Ruang Literasi Digital

Tahun Terbit: 2026

Jumlah Halaman: 239 halaman

Harga: Rp 142.000

Preview PDF belum tersedia

Abstrak

Maukah Engkau Menyembuhkanku Tuhan merupakan buku renungan Kristen yang membahas pergumulan manusia dalam menghadapi sakit, penderitaan, ketidakpastian, ketakutan, kelemahan, dan kerinduan akan pemulihan melalui terang Firman Tuhan. Buku ini menempatkan pertanyaan tentang kesembuhan bukan sekadar sebagai permohonan jasmani, tetapi sebagai perjalanan iman untuk memahami kedaulatan Allah, ketetapan waktu-Nya, kasih karunia di tengah kelemahan, damai sejahtera yang melampaui akal, serta pengharapan akan pemulihan kekal dalam Kristus. Ruang lingkup pembahasan disusun melalui sepuluh renungan berdasarkan ayat-ayat Alkitab, antara lain Ayub 12:10, Daniel 3:18, Lukas 22:42, 2 Korintus 12:9, Yesaya 55:9, Filipi 4:7, Pengkhotbah 3:11, Yesaya 40:31, Roma 8:28, dan Wahyu 21:4. Dengan pendekatan reflektif, teologis, pastoral, dan aplikatif, buku ini bertujuan menuntun pembaca melihat bahwa Tuhan tetap hadir, berdaulat, menguatkan, dan bekerja dalam setiap keadaan, bahkan ketika jawaban doa belum datang sesuai harapan manusia.

Deskripsi

Tidak semua pergumulan hidup dapat dijelaskan dengan mudah. Ada saat ketika seseorang berdoa memohon kesembuhan, tetapi sakit belum juga berlalu. Ada masa ketika hati menanti jawaban Tuhan, namun yang terasa justru sunyi, lelah, dan tidak pasti. Buku Maukah Engkau Menyembuhkanku Tuhan hadir dari ruang pergumulan seperti itu—ruang tempat manusia bertanya, menangis, berharap, dan belajar mempercayai Tuhan di tengah penderitaan.

Buku ini mengajak pembaca merenungkan berbagai bagian Alkitab yang berbicara tentang kedaulatan Allah atas hidup manusia, iman yang tetap setia meskipun tidak selalu menerima jawaban sesuai keinginan, penyerahan diri kepada kehendak Bapa, serta kasih karunia Tuhan yang cukup di tengah kelemahan. Melalui kisah Ayub, Sadrakh, Mesakh, Abednego, doa Yesus di Getsemani, pergumulan Paulus, dan janji-janji penghiburan dalam Kitab Suci, pembaca diarahkan untuk melihat bahwa kesembuhan tidak hanya berkaitan dengan tubuh, tetapi juga dengan hati, iman, pikiran, dan relasi manusia dengan Tuhan.

Pembahasan dalam buku ini disusun dalam bentuk renungan yang dilengkapi dengan premis teks, premis teologis, premis pastoral, latar belakang, refleksi teologis, aplikasi kehidupan, serta pertanyaan kritis yang menolong pembaca merenungkan iman secara lebih mendalam. Setiap bagian tidak hanya menjelaskan makna ayat, tetapi juga menghubungkannya dengan realitas kehidupan yang dekat dengan pembaca: sakit yang belum sembuh, doa yang belum terjawab, kecemasan, kelemahan diri, penantian panjang, dan kebutuhan akan damai sejahtera.

Buku ini sesuai bagi pembaca Kristen, pelayan gereja, pendamping rohani, konselor pastoral, pemimpin kelompok kecil, serta siapa pun yang sedang mencari penguatan iman di tengah penderitaan. Melalui bahasa yang reflektif dan pastoral, buku ini menegaskan bahwa Tuhan tidak selalu menjauhkan umat-Nya dari api penderitaan, tetapi Ia hadir, memelihara, menguatkan, dan menuntun mereka menuju pengharapan yang tidak berakhir pada keadaan sementara, melainkan pada pemulihan kekal di dalam Kristus.