Lewati ke konten utama
Cover depan Pendidikan Bahasa Inggris
Draft Publik Nonfiksi - Bunga Rampai
Draft Publik. Halaman ini tersedia untuk keperluan verifikasi/administrasi. File PDF belum tersedia untuk publik.

Pendidikan Bahasa Inggris

Penulis
Iim Khairunnisa, M.Pd.
Istifani Mauladiana, M.Pd.
Dewata Carolia Sarjono, M.Pd.
Eka Dewi Fithrotunnisa, M.Pd.
Siti Nuraisyah Amini, S.IP., M. Pd.
Penerbit
PT Ruang Literasi Digital
Tahun Terbit
-
ISBN
-
Jumlah Halaman
257 halaman
Harga
Rp 143.000
Beli via WhatsApp Preview PDF belum tersedia

Abstrak

Pendidikan Bahasa Inggris merupakan buku referensi akademik yang membahas perkembangan, landasan, pendekatan, praktik, dan tantangan pembelajaran bahasa Inggris dalam konteks pendidikan. Pembahasan diawali dengan perjalanan pendidikan bahasa Inggris, transformasi kurikulum dan kebijakan, perkembangan pendekatan pengajaran, posisi bahasa Inggris dalam globalisasi, pemanfaatan teknologi, kesenjangan pendidikan, serta arah pembelajaran bahasa pada masa depan. Buku ini selanjutnya menguraikan konsep pemerolehan dan pembelajaran bahasa, teori behaviorisme, nativisme, kognitivisme, interaksionisme, dan teori pemerolehan bahasa Stephen Krashen, disertai pembahasan mengenai faktor individual maupun lingkungan yang memengaruhi keberhasilan belajar bahasa. Aspek kurikulum dan perencanaan pembelajaran dibahas melalui landasan filosofis, psikologis, sosial-budaya, capaian pembelajaran, perencanaan, serta keterkaitannya dengan perkembangan kebijakan dan standar kompetensi bahasa. Pembahasan pedagogis mencakup pendekatan, metode, dan strategi pengajaran, pengembangan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, serta pengajaran kosakata, tata bahasa, dan pelafalan. Buku ini juga memberikan perhatian pada pemanfaatan media, Computer-Assisted Language Learning, Mobile-Assisted Language Learning, pembelajaran berbasis internet, media sosial, sistem manajemen pembelajaran, dan kecerdasan buatan dalam mendukung pengembangan keterampilan bahasa Inggris. Asesmen dibahas melalui penilaian diagnostik, formatif, sumatif, penempatan, kemahiran, teknik dan instrumen penilaian, serta penggunaan rubrik untuk menginterpretasikan kinerja peserta didik. Bagian akhir mengkaji profesionalisme guru, kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial, berbagai tantangan yang dihadapi guru bahasa Inggris di Indonesia, serta perubahan peran pendidik dalam menghadapi globalisasi, pembelajaran hibrida, pendidikan inklusif, dan perkembangan kecerdasan buatan. Melalui pembahasan yang menghubungkan teori, praktik kelas, teknologi, dan perubahan pendidikan, buku ini memberikan landasan bagi mahasiswa, guru, calon pendidik, akademisi, dan pembaca yang ingin memahami pendidikan bahasa Inggris secara lebih sistematis, kontekstual, dan adaptif.

Deskripsi

Pendidikan bahasa Inggris terus bergerak mengikuti perubahan masyarakat, teknologi, kebijakan pendidikan, dan kebutuhan komunikasi global. Pembelajaran bahasa tidak lagi cukup dipahami sebagai proses menghafal kosakata dan tata bahasa, tetapi sebagai upaya mengembangkan kemampuan menggunakan bahasa secara efektif dalam berbagai situasi akademik, sosial, profesional, dan digital.

Buku Pendidikan Bahasa Inggris membahas perubahan tersebut melalui sudut pandang teori dan praktik pendidikan. Bagian awal membawa pembaca menelusuri perkembangan pendidikan bahasa Inggris di Indonesia, mulai dari pendekatan tradisional hingga pembelajaran komunikatif, berbasis tugas, teknologi, dan kompetensi global. Transformasi kurikulum, perubahan kebijakan, tantangan pemerataan pendidikan, serta perkembangan kecerdasan buatan menjadi bagian dari pembahasan mengenai arah pendidikan bahasa Inggris.

Landasan pemerolehan dan pembelajaran bahasa kemudian digunakan untuk menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh dan mempelajari bahasa. Buku membahas perbedaan pemerolehan bahasa pertama, bahasa kedua, dan pembelajaran bahasa asing, serta berbagai teori yang memengaruhi praktik pembelajaran. Behaviorisme menekankan pembiasaan, nativisme membahas kapasitas bawaan, kognitivisme melihat hubungan bahasa dengan perkembangan kognitif, sedangkan interaksionisme menempatkan interaksi sosial sebagai bagian penting dalam proses belajar.

Pemikiran Stephen Krashen turut dibahas melalui konsep pemerolehan dan pembelajaran, urutan alamiah, monitor, masukan yang dapat dipahami, dan filter afektif. Dari sini pembaca diajak memahami bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa tidak hanya dipengaruhi kemampuan akademik, tetapi juga usia, motivasi, rasa percaya diri, kecemasan, lingkungan, paparan bahasa, strategi belajar, dan kesempatan berinteraksi.

Kurikulum menjadi jembatan antara tujuan pendidikan dan praktik di ruang kelas. Buku membahas konsep dan landasan kurikulum bahasa Inggris, capaian pembelajaran, kompetensi komunikatif, kompetensi interkultural, literasi digital, serta hubungan antara kebijakan nasional dan standar internasional. Perencanaan pembelajaran kemudian ditempatkan sebagai proses untuk menyelaraskan tujuan, materi, metode, aktivitas, dan asesmen dengan kebutuhan peserta didik.

Pada aspek pengajaran, pembaca diperkenalkan pada berbagai pendekatan dan metode yang berkembang dalam pendidikan bahasa Inggris. Grammar-Translation Method, Audio-Lingual Method, Direct Method, Communicative Language Teaching, Task-Based Language Teaching, Content-Based Instruction, English for Specific Purposes, blended learning, flipped classroom, dan pembelajaran berbasis proyek dibahas sebagai pilihan pedagogis yang perlu disesuaikan dengan tujuan, karakter peserta didik, dan kondisi pembelajaran.

Empat keterampilan utama bahasa mendapat perhatian khusus. Menyimak dan berbicara dibahas sebagai keterampilan yang saling berkaitan melalui proses menerima dan menghasilkan bahasa. Pembaca diperkenalkan pada strategi menyimak, keterampilan komunikasi lisan, kefasihan, ketepatan, aktivitas berbasis tugas, penggunaan materi autentik, serta praktik dan asesmen keterampilan lisan.

Membaca dan menulis juga ditempatkan sebagai dua keterampilan yang saling mendukung. Pembahasan mencakup pendekatan bottom-up dan top-down, model membaca interaktif, skimming, scanning, membaca intensif dan ekstensif, inferensi, membaca kritis, proses menulis, pendekatan berbasis genre, penulisan kolaboratif, pemberian umpan balik, dan penggunaan teknologi serta kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.

Selain keterampilan utama, buku membahas kosakata, tata bahasa, dan pelafalan sebagai sumber daya bahasa yang diperlukan untuk berkomunikasi. Pengajaran ketiganya diarahkan pada penggunaan yang kontekstual dan bermakna. Berbagai teknik diperkenalkan untuk membantu peserta didik memperluas kosakata, memahami pola tata bahasa, meningkatkan keterpahaman pelafalan, dan mengintegrasikan unsur bahasa tersebut dalam kegiatan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Perubahan teknologi memperoleh pembahasan tersendiri karena lingkungan pembelajaran bahasa semakin meluas di luar ruang kelas. Buku menguraikan perkembangan media pembelajaran dari bentuk tradisional menuju multimedia, pembelajaran berbantuan komputer, perangkat seluler, internet, media sosial, platform pembelajaran daring, dan kecerdasan buatan. Teknologi diposisikan sebagai sarana untuk memperluas akses terhadap materi autentik, memberikan kesempatan latihan, mendukung interaksi, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel.

Pemanfaatan teknologi kemudian dihubungkan langsung dengan keterampilan bahasa. Pembaca memperoleh gambaran mengenai penggunaan teknologi untuk mengembangkan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, menulis, kosakata, tata bahasa, dan pelafalan. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pemilihan teknologi perlu tetap mengikuti kebutuhan pembelajaran, bukan sekadar mengikuti perkembangan perangkat atau aplikasi.

Asesmen menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa proses pembelajaran menghasilkan informasi yang berguna bagi peserta didik dan pendidik. Buku membahas asesmen diagnostik, formatif, sumatif, penempatan, dan kemahiran, kemudian menguraikan teknik, instrumen, serta penggunaan rubrik. Penilaian tidak hanya dipandang sebagai kegiatan memberikan skor, tetapi juga sebagai bagian dari proses memberikan umpan balik dan memperbaiki pembelajaran.

Bagian akhir menempatkan guru sebagai unsur utama dalam kualitas pendidikan bahasa Inggris. Profesionalisme guru dibahas melalui kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Guru perlu menguasai bahasa dan materi yang diajarkan sekaligus mampu memahami karakter peserta didik, mengelola pembelajaran, membangun lingkungan yang inklusif, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, dan terus mengembangkan kompetensinya.

Masa depan pendidikan bahasa Inggris akan semakin dipengaruhi oleh globalisasi, pembelajaran hibrida, personalisasi pembelajaran, pendidikan inklusif, literasi digital, komunikasi antarbudaya, dan kecerdasan buatan. Perubahan tersebut tidak menghilangkan peran guru, tetapi memperluasnya menjadi pendidik, fasilitator, mentor, perancang pengalaman belajar, dan pembimbing peserta didik dalam menggunakan bahasa serta teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.

Buku ini sesuai digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, calon guru, guru bahasa Inggris, akademisi, pengembang kurikulum, serta pembaca yang tertarik pada pengajaran dan pembelajaran bahasa. Melalui sepuluh bab yang saling melengkapi, buku ini memberikan gambaran mengenai pendidikan bahasa Inggris sebagai bidang yang terus berkembang dan membutuhkan keterpaduan antara teori bahasa, pedagogi, teknologi, asesmen, serta profesionalisme pendidik.